Back to Kompasiana
Artikel

Wirausaha

Nur Hudda Elhasani

Sekarang ini juga aktif menulis di http://flora-faunaindonesia.blogspot.com/ yang berisi tentang keaneka ragaman flora dan fauna selengkapnya

Strategi Merebut Pasar

OPINI | 22 January 2013 | 11:41 Dibaca: 1234   Komentar: 0   1

Di dalam dunia bisnis untuk memenangkan pasar suatu perusahaan harus mengeluarkan berbagai strategi marketing yang mungkin saja diadopsi dari berbagai teori peperangan dalam dunia militer baik kuno maupun modern.  Sebuah perusahaan tentu saja berbeda-beda jurus dalam menghadapi pasar maupun pesaing, tergantung di posisi mana perusahaan tersebut berada. Di sini dapat kita kelompokkan menjadi 3 posisi perusahaan yaitu Market Leader, Market Challenger dan Market Follower.

Kali ini penulis hanya akan membahas strategi yang dilakukan oleh perusahaan yang tergolong Market Challenger. Posisi perusahaan ini cukup menarik karena ada ditengah-tengah antara Market Leader dengan Market Follower. Market Challenger sendiri merupakan sebuah perusahaan yang secara konstan mencoba memperbesar pangsa pasar mereka, yang dalam usaha tersebut mereka berhadap-hadapan secara terbuka dan langsung dengan Market Leader.

Karateristik Market Challenger adalah:

  • Biasanya merupakan perusahaan besar dipandang dari sudut volume penjualan dan laba.
  • Selalu berupaya menemukan kelemahan pihak market leader atau perusahaan lainnya, dan kemudian menyerangnya baik secara langsung ataupun tidak langsung.
  • Market Challenger biasanya juga memusatkan upaya mereka pada tindakan mengambil alih perusahaan-perusahaan yang lemah.
  • Perusahaan Market Challenger harus selalu waspada terhadap serangan dari semua competitor baik competitor dari Market Leader maupun serangan tidak terduga dari Market Follower.  Walaupun bergitu sebulnya setiap kekuatan dari pesaing pasti ada celah kelemahan yang dapat dimanfaatkan, oleh karena itu kejelian pengusaha untuk membaca “tanda-tanda alam” tersebut.
    Menghadapi gempuran dari Market Leader tidaklah segampang menghadapi serangan dari Market Follower walaupun mengantisipasi keduanya sama-sama penting. Ada dua hal pokok yang perlu direncanakan dengan baik oleh market challenger, yaitu menentukan lawan dan sasaran strategi serta memilih strategi penyerangannya.
    • a.Menentukan lawan dan sasaran strategi
    Prinsip dalam militer mengharuskan setiap operasi diarahkan pada sasaran yang jelas,  dapat dicapai dan bersifat menentukan. Pada umumnya sasaran para market challenger adalah peningkatan pangsa pasar dengan harapan menghasilkan profitabilitas yang tinggi. Penetapan sasaran selalu menyangkut masalah tentang siapa yang dianggap pesaing. Pada dasarnya penyerang dapat memilih menyerang salah satu dari tiga jenis perusahaan, yaitu;
    1. Perusahan market leader
    Pilihan ini berisiko tinggi, tetapi dapat merupakan strategi yang banyak menghasilkan jika ternyata Sang Leader bukanlah “pemimpin sejati” dan ternyata tidak memenuhi kebutuhan pasar dengan sempurna. Bidang yang harus diteliti dengan cermat adalah kebutuhan konsumen atau ketidak puasan mereka. Bila ternyata banyak ruangan yang tidak atau kurang dipenuhi, hal ini akan menjadi sasaran yang bagus. Untuk dapat mengubah kekuatan market leader menjadi kelemahan, maka market challenger harus dapat menemukan hal yang utama dari market leader dan kemudian menyuguhkan kepada calon pelanggan hal yang sebailiknya. Dengan kata lain, berusaha tampil beda dan tidak mencoba menjadi yang lebih baik dalam hal yang sama.
    2.Perusahaan yang tidak berjalan dan kekurangan dana
    Kepuasan konsumen dan potensi inovasi perlu diteliti dengan cermat. Bahkan serangan formal dapat berhasil jika sumber daya perusahaan yang diserang memang terbatas.
    3.Perusahaan kecil local dan regional yang tidak berjalan dan kekurangan dana
    Beberapa penyerangan dapat berhasil dan tumbuh besar tidak hanya dengan merebut konsumen dari pesaing tetapi juga dengan menguasai perusahaan-perusahaan kecil.
    • b.Memilih strategi penyerangan
    Strategi penyerangan mengandung makna usaha untuk merebut sesuatu yang dimiliki lawan. Ada dua aturan umum yang perlu diperhatikan dalam strategi ini, yaitu:
    1. Suatu perusahaan sebaiknya tidak melakukan penyerangan, kecuali bila tujuannya tidak dapat dicapai dengan segala cara lainnya.
    2. Agar penyerangan dapat berhasil, maka penyerang harus lebih superior dari pada pihak yang diserang.
    Walaupun begitu dalam persaingan untuk memenangkan pasar sebaiknya menggunakan cara-cara yang sehat dan dibenarkan oleh peraturan yang ada.
    Artikel ini ditulis kembali dari judul sebelumnya ” Jurus Marketing dari Market Challenger” http://www.nurhudda-elhasani.blogspot.com/2012/04/jurus-marketing-dari-market-challenger.html
     
    Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
    Siapa yang menilai tulisan ini?
      -
    Processing data ..
    Tulis Tanggapan Anda
    Guest User


    HEADLINE ARTICLES

    Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

    Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

    Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

    Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

    [PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

    Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

    Lilin Kompasiana …

    Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

    Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

    Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


    TRENDING ARTICLES

    Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

    Jefri Hidayat | 3 jam lalu

    Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

    Adi Supriadi | 8 jam lalu

    Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

    Ali Mustahib Elyas | 13 jam lalu

    Antrian di Serobot, Piye Perasaanmu Jal? …

    Goezfadli | 13 jam lalu

    Mengapa Saya Berkolaborasi Puisi …

    Dinda Pertiwi | 13 jam lalu


    HIGHLIGHT

    Mati Karena Oplosan dan Bola …

    Didi Eko Ristanto | 7 jam lalu

    Ketika Lonceng Kematian Ponsel Nokia …

    Irawan | 7 jam lalu

    Catatan Terbuka Buat Mendiknas Baru …

    Irwan Thahir Mangga... | 7 jam lalu

    Diary vs Dinding Maya - Serupa tapi Tak Sama …

    Dita Widodo | 7 jam lalu

    Nama Kementerian Kabinet Jokowi yang Rancu …

    Francius Matu | 8 jam lalu

    Subscribe and Follow Kompasiana: