Back to Kompasiana
Artikel

Wirausaha

Nur Hudda Elhasani

Sekarang ini juga aktif menulis di http://flora-faunaindonesia.blogspot.com/ yang berisi tentang keaneka ragaman flora dan fauna selengkapnya

Strategi Merebut Pasar

OPINI | 22 January 2013 | 11:41 Dibaca: 1236   Komentar: 0   1

Di dalam dunia bisnis untuk memenangkan pasar suatu perusahaan harus mengeluarkan berbagai strategi marketing yang mungkin saja diadopsi dari berbagai teori peperangan dalam dunia militer baik kuno maupun modern.  Sebuah perusahaan tentu saja berbeda-beda jurus dalam menghadapi pasar maupun pesaing, tergantung di posisi mana perusahaan tersebut berada. Di sini dapat kita kelompokkan menjadi 3 posisi perusahaan yaitu Market Leader, Market Challenger dan Market Follower.

Kali ini penulis hanya akan membahas strategi yang dilakukan oleh perusahaan yang tergolong Market Challenger. Posisi perusahaan ini cukup menarik karena ada ditengah-tengah antara Market Leader dengan Market Follower. Market Challenger sendiri merupakan sebuah perusahaan yang secara konstan mencoba memperbesar pangsa pasar mereka, yang dalam usaha tersebut mereka berhadap-hadapan secara terbuka dan langsung dengan Market Leader.

Karateristik Market Challenger adalah:

  • Biasanya merupakan perusahaan besar dipandang dari sudut volume penjualan dan laba.
  • Selalu berupaya menemukan kelemahan pihak market leader atau perusahaan lainnya, dan kemudian menyerangnya baik secara langsung ataupun tidak langsung.
  • Market Challenger biasanya juga memusatkan upaya mereka pada tindakan mengambil alih perusahaan-perusahaan yang lemah.
  • Perusahaan Market Challenger harus selalu waspada terhadap serangan dari semua competitor baik competitor dari Market Leader maupun serangan tidak terduga dari Market Follower.  Walaupun bergitu sebulnya setiap kekuatan dari pesaing pasti ada celah kelemahan yang dapat dimanfaatkan, oleh karena itu kejelian pengusaha untuk membaca “tanda-tanda alam” tersebut.
    Menghadapi gempuran dari Market Leader tidaklah segampang menghadapi serangan dari Market Follower walaupun mengantisipasi keduanya sama-sama penting. Ada dua hal pokok yang perlu direncanakan dengan baik oleh market challenger, yaitu menentukan lawan dan sasaran strategi serta memilih strategi penyerangannya.
    • a.Menentukan lawan dan sasaran strategi
    Prinsip dalam militer mengharuskan setiap operasi diarahkan pada sasaran yang jelas,  dapat dicapai dan bersifat menentukan. Pada umumnya sasaran para market challenger adalah peningkatan pangsa pasar dengan harapan menghasilkan profitabilitas yang tinggi. Penetapan sasaran selalu menyangkut masalah tentang siapa yang dianggap pesaing. Pada dasarnya penyerang dapat memilih menyerang salah satu dari tiga jenis perusahaan, yaitu;
    1. Perusahan market leader
    Pilihan ini berisiko tinggi, tetapi dapat merupakan strategi yang banyak menghasilkan jika ternyata Sang Leader bukanlah “pemimpin sejati” dan ternyata tidak memenuhi kebutuhan pasar dengan sempurna. Bidang yang harus diteliti dengan cermat adalah kebutuhan konsumen atau ketidak puasan mereka. Bila ternyata banyak ruangan yang tidak atau kurang dipenuhi, hal ini akan menjadi sasaran yang bagus. Untuk dapat mengubah kekuatan market leader menjadi kelemahan, maka market challenger harus dapat menemukan hal yang utama dari market leader dan kemudian menyuguhkan kepada calon pelanggan hal yang sebailiknya. Dengan kata lain, berusaha tampil beda dan tidak mencoba menjadi yang lebih baik dalam hal yang sama.
    2.Perusahaan yang tidak berjalan dan kekurangan dana
    Kepuasan konsumen dan potensi inovasi perlu diteliti dengan cermat. Bahkan serangan formal dapat berhasil jika sumber daya perusahaan yang diserang memang terbatas.
    3.Perusahaan kecil local dan regional yang tidak berjalan dan kekurangan dana
    Beberapa penyerangan dapat berhasil dan tumbuh besar tidak hanya dengan merebut konsumen dari pesaing tetapi juga dengan menguasai perusahaan-perusahaan kecil.
    • b.Memilih strategi penyerangan
    Strategi penyerangan mengandung makna usaha untuk merebut sesuatu yang dimiliki lawan. Ada dua aturan umum yang perlu diperhatikan dalam strategi ini, yaitu:
    1. Suatu perusahaan sebaiknya tidak melakukan penyerangan, kecuali bila tujuannya tidak dapat dicapai dengan segala cara lainnya.
    2. Agar penyerangan dapat berhasil, maka penyerang harus lebih superior dari pada pihak yang diserang.
    Walaupun begitu dalam persaingan untuk memenangkan pasar sebaiknya menggunakan cara-cara yang sehat dan dibenarkan oleh peraturan yang ada.
    Artikel ini ditulis kembali dari judul sebelumnya ” Jurus Marketing dari Market Challenger” http://www.nurhudda-elhasani.blogspot.com/2012/04/jurus-marketing-dari-market-challenger.html
     
    Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
    Siapa yang menilai tulisan ini?
      -
    Processing data ..
    Tulis Tanggapan Anda
    Guest User


    HEADLINE ARTICLES

    Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

    Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

    Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

    Felix | | 24 October 2014 | 13:22

    Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

    Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

    Sedekah Berita ala Jurnalis Warga …

    Siwi Sang | | 24 October 2014 | 15:34

    Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

    Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


    TRENDING ARTICLES

    Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

    Rizqi Akbarsyah | 7 jam lalu

    Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

    Amarul Pradana | 8 jam lalu

    Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

    Axtea 99 | 9 jam lalu

    Nurul Dibully? …

    Dean Ridone | 9 jam lalu

    Jokowi Tunda Tentukan Kabinet: Pamer …

    Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu


    HIGHLIGHT

    Batuk Efektif …

    Kaminah Minah | 8 jam lalu

    Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

    Reo | 8 jam lalu

    Komunitas, Wiramuda dan Pemuda Muhammadiyah …

    Kang Nanang | 8 jam lalu

    Aku Berlari dari Hati …

    Christian Urbanus | 8 jam lalu

    Tanya Jawab ala Toni Blank …

    Wahyu Hidayanto | 9 jam lalu

    Subscribe and Follow Kompasiana: