Back to Kompasiana
Artikel

Wirausaha

Perpustakaan Kementerian Keuangan

"An investment in knowledge pays the best interest." -Benjamin Franklin

Perpustakaan Kafe atau Kafe Perpustakaan?

REP | 12 February 2013 | 11:28 Dibaca: 3247   Komentar: 0   1

Perpustakaan sering dianalogikan sebagai gudang ilmu. Perpustakaan merupakan salah satu sarana pendidikan yang memiliki andil besar dalam mewujudkan manusia yang cerdas dan berpengetahuan sebagai langkah menuju masyarakat yang berperadaban. Permasalahan yang muncul kemudian adalah bahwa perpustakaan masih kurang begitu di lirik oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.  Sementara itu, zaman terus bergerak maju.  Apabila kita tidak segera mengejar maka konsekuensinya adalah keterbelakangan, kemiskinan, dan ketertindasan oleh orang lain bahkan bangsa lain

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai ilmu. Bangsa yang besar terlihat dari semangat rakyatnya untuk membaca dan mempelajari apapun yang ada dalam kehidupan ini sebagai jalan untuk mencapai kebahagiaan”

Dari data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2006, bahwa, masyarakat Indonesia lebih memilih menonton TV (85,9%) dan/atau mendengarkan radio (40,3%) ketimbang membaca koran (23,5%). Rendahnya minat baca dikalangan masyarakat Indonesia salah satunya disebabkan oleh bentuk perpustakaan yang monoton dan kurang inovatif. Hal ini menyebabkan citra dari perpustakaan sendiri identik dengan keseriusan, suasana tenang, dan membosankan sehingga masyarakat enggan berkunjung ke perpustakaan.

Salah satu inovasi terbaru masa kini yaitu hadirnya perpustakaan yang menggunakan konsep kafe. Perpustakaan dengan konsep kafe adalah perputakaan yang sangat fleksibel dan didesain sesantai mungkin dengan kombinasi kafe didalamnya. Selain itu perpustakaan dengan konsep kafe ini dapat merubah citra perpustakaan yang terlihat serius, tenang dan membosankan. Pengunjung dapat dengan santai membaca buku sambil menikmati makanan dan minuman yang tersedia. Perpustakaan dengan konsep kafe ini juga dapat dijadikan sebagai tempat nongrong yang cozy untuk berkumpul dengan teman-teman, sahabat, rekan kerja ataupun kekasih. Suit suit…

Berikut ini adalah beberapa perpustakaan yang menggunakan konsep cafe:

1. Comic Cafe

Terletak di Jalan Tebet Raya No.53D (Depan Burger & Grill) Jakarta Selatan. Lokasinya bisa dibilang sangat strategis untuk sekedar membaca dan nongkrong di kafe ini. Karena lokasi kafe ini terletak diantara distro-distro terkenal di Jakarta sehingga banyak anak muda Jakarta yang sering nongkrong di kafe ini. Koleksi yang disediakan di Kafe ini adalah koleksi jenis komik. Comic cafe juga memiliki cabang di Epicentrum Walk dan Citiscape Tebet. So, buat agan yang suka banget baca komik dan suka nongkrong silahkan datang ke Comic Cafe

2. Bookshelf

Bookshelf merupakan outlet dengan konsep bookstore, library, movie, musik dan cafe. Tempat ini sangat unik dan menarik untuk dikunjungi. Bookshelf menyediakan mini teater, perpustakaan dan kafe dimana para pengunjung  bisa membaca buku sambil duduk santai dan menikmati secangkir kopi hangat.

Berbagai macam buku tersedia disini baik dari dalam negeri maupun asing. Di lantai 1 terdapat toko buku. Dilantai 2 terdapat kafe dan juga buku-buku yang dapat dibaca ditempat secara gratis. Agan dapat menonton film ditempat ini didalam mini teater. Selain itu harga makanan yang ditawarkan juga terjangkau.

3. ZOE Cafe and Library (Zone of Edutainment)

Zoe Cafe and Library adalah salah satu tempat yang menjadi favorit muda-mudi Bandung yang hobby membaca. Zoe adalah nama tempat kafe yang berisikan perpustakaan dan toko. Alamat lengkapnya di jalan Pager Gunung No. 3, Dipati Ukur, Bandung. Zoe Cafe and Library juga membuka cabang di Depok, tepatnya di jalan Margonda Raya No. 27. Jadi agan-agan bisa menikmati makanan ataupun minuman sambil membaca. Walaupun kebanyakan orang yang datang kesini hanya sekedar membaca. Buku yang ada disini berupa novel, majalah dan komik. Semua buku terbilang lengkap. Untuk peminjaman buku dikenakan biaya Rp 1000/buku. Tetapi jika agan ingin membawa pulang buku yang agan pinjam, agan harus terlebih dahulu menjadi member. Untuk menjadi member dikenakan biaya Rp 50.000/personal. Harga member untuk mahasiswa Rp.40.000 dan untuk pelajar Rp.30.000. Baca sepuasnya untuk member maupun non member dikenakan biaya Rp.6000/hari. Untuk biaya selengkapnya dapat dicek diwebsitenya langsung gan.

Tempat ini sangat cocok mengisi kebosanan agan-agan, apalagi jika agan sangat suka membaca. Yang pasti tempat ini selalu banyak di kunjung oleh mahasiswa. Karena memang tempatnya berada di kawasan kampus. Dan jangan sampai khawaitir kelaparan. Karena memang pada dasarnya tempat ini kafe jadi disini menyediakan berbagai macam makanan. Tapi untuk urusan harga bisa dibilang cukup mahal untuk ukuran mahasiswa.

4. Potluck Coffee Bar & Library

Potluck Coffee Bar & Library berada dibawah pengelolaan dari Potluck group yang merupakan sebuah perusahaan yang memiliki banyak bidang usaha yang masih berkaitan dengan food & beverage. Potluck Coffee & Library adalah salah satu lokasi hangout yang di desain seperti di sebuah rumah untuk menikmati kopi espresso, hidangan-hidangan sambil menikmati alunan live music ber-genre jazz sekaligus juga menjadi tempat bacaan gratis seperti majalah dan buku.

Lokasinya berada di jalan H. Wasid No 31, Bandung juga bisa digunakan untuk acara privat seperti meeting, pesta ulang tahun ataupun acara lainnya dengan melakukan reservasi terlebih dahulu. Fasilitas gratis seperti Free WiFi juga disediakan agar pengunjung juga merasakan kenyamanan ber-internet di Potluck Coffee Bar & Library.

5. Kafe Kupu-Kupu

Kafe Kupu-Kupu adalah sebuah kafe kecil dengan konsep food, book and playground yang berlokasi di Jalan Kolonel Masturi KM 3 Cimahi. Dengan konsep yang diusungnya, Kafe Kupu-Kupu tidak hanya menawarkan makanan dan minuman dengan harga yang relatif terjangkau, tapi juga suasana yang menyenangkan untuk membaca buku di perpustakaan kecil dan playground untuk anak-anak. Kafe kupu-kupu terletak di Jalan Kolonel Masturi Km 3, Cimahi, Bandung.

6. Nanny’s Pavillon Library

Nanny’s Pavillon Library ini merupakan restaurant yang menggunakan konsep perpustakaan. Suasananya sangat nyaman dan tidak membosankan seperti di perpustakaan umumnya. Nanny’s Pavillon yang ada di Jalan Setiabudi ini mengusung tema perpustakaan sesuai dengan namanya Nanny’s Pavillon Library. Pengunjung dipersilahkan untuk membaca sambil menikmati hidangan yang tersedia.

Menu makanan di sini lebih cenderung ke western food seperti pancake yang menjadi menu andalan kemudian waffle, spaghetti, steak, potato pancake, minumannya pun beragam mulai dari berbagai macam ice lemon sampai ice blended yang di lapisi ice cream diatasnya. Semua menu disini merupakan resep turun temurun yang masih di jaga dan dilestarikan. Nanny’s Pavillon Library di buka di Bandung Jl. Setiabudi. Nanny’s Pavillon juga memiliki cabang lain dengan tema yang berbeda di setiap cabangnya, seperti :

  • Nanny’s Pavillon Barn : Alam Sutera - Tangerang
  • Nanny’s Pavillon Garden: Jl. R.E. Martadinata No. 112 - Bandung
  • Nanny’s Pavillon Living Room : Citywalk Sudirman - Jakarta Pusat
  • Nanny’s Pavillon Bathroom : Pacific Place Sudirman - Jakarta Pusat
  • Nanny’s Pavillon Terrace : Sogo Central Park - Jakarta Barat
  • Nanny’s Pavillon Sewing Room : Mall Gandaria City - Jakarta Selatan

7. Buku Kafe

Buku Kafe ini merupakan konsep kafe yang menggabungkannya dengan perpustakaan. Koleksi di Buku Kafe menawarkan berbagai macam buku. Ada komik, ada novel, majalah, buku sastra dan banyak lainnya. Buku Kafe terletak di Jalan Margonda Raya No.477, Depok. Pengunjung dapat menikamati santapan mereka sambil membaca buku. Suasananya sangat nyaman sehingga pengunjung betah berlama-lama di dalam Buku Kafe ini.

Perpustakaan dengan konsep Kafe dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Selain didirikan untuk  profit oriented karena menjual produk makanan dan minuman, yang pasti tujuan utamanya juga untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Ada minimal dua keuntungan besar yang diperoleh dengan didirikannya perpustakaan dengan konsep kafe. Pertama, mencerdaskan kehidupan bangsa dengan menjadikan masyarakat gemar berkunjung ke perpustakaan, sehingga minat baca masyarakat meningkat. Kedua, memperoleh keuntungan berupa materi dari hasil bisnis kafe tersebut. Hasil keuntungan tersebut dapat digunakan untuk biaya operasional perpustakaan, sehingga perpustakaan dapat mandiri dan tidak selalu bergantung pada bantuan dana pemerintah pusat dan daerah.

Revolusi dan inovasi baru format perpustakaan merupakan tindakan penting untuk dilakukan, agar minat baca masyarakat Indonesia dapat meningkat. Selain itu, memang saatnya wajah berpustakaan Indonesia berubah dengan wajah yang lebih elegan dan menyenangkan. Saatnya image perpustakaan yang identik dengan membosankan berubah menjadi tempat yang menyenangkan dan dirindukan banyak orang. Perpustakaan dengan konsep kafe diharapkan akan mampu memenuhi kriteria tersebut, sehingga benar-benar dapat menjadi perpustakaan yang ideal. Semoga bermanfaat gan :D

Dari berbagai sumber

Norma-UINJKT-2010

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Seluk Beluk Industri Plastik …

Dhanang Dhave | | 16 April 2014 | 13:07

Perang Saudara Kian Dekati Timur Eropa …

Adie Sachs | | 16 April 2014 | 17:51

Pelecehan Anak TK di Jakarta International …

Sahroha Lumbanraja | | 16 April 2014 | 13:53

Cinta Nggak Cinta Itu Bisa Dijelaskan, …

Gilang Parahita | | 16 April 2014 | 14:49

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 9 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Benarkah ‘Bertemu Dubes AS, Jokowi …

Kosmas Lawa Bagho | 11 jam lalu

ILC dan Rakyat yang Mata Duitan …

Jonny Hutahaean | 11 jam lalu

Belum Semua Kartu Jokowi Terbuka …

Hanny Setiawan | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: