Back to Kompasiana
Artikel

Wirausaha

Bang Pilot

Nama asli : Muhammad Isnaini. Tinggal di Batu Bara, Sumut. Pemilik blog : http://bibitsawitkaret.blogspot.com/ . Menulis apa saja yang selengkapnya

Cara Memulai Menjadi Pengusaha

OPINI | 26 April 2013 | 15:05 Dibaca: 4045   Komentar: 2   1

Di Indonesia ini, ada banyak pihak yang mengaku, atau dianggap sebagai pahlawan. Guru, tentara, ulama, petani atau nelayan sudah sejak lama dianggap sebagai profesi yang mulia dan heroik. Tetapi menurut hemat kami, pengusaha adalah satu profesi yang termasuk paling berhak dibanggakan. Betapa tidak, saat semua profesi lain hanya mendapatkan pekerjaan dari orang lain, atau paling-paling memberikan pekerjaan untuk dirinya sendiri, para pengusaha memberi pekerjaan untuk orang lain.

Oleh karena itu, penulis membuat tangga kehormatan menurut jenjang kemampuan suatu profesi memberi faedah hakiki bagi orang lain. Tangga kehormatan itu adalah :

1.Pencari kerja, alias pengangguran. Ini tingkatan paling rendah.

2.Setengah pengangguran.

3.Pekerja/pegawai.

4Wirausahawan/petani/nelayan.

5.Pengusaha.

Kenapa wirausahawan tingkatannya lebih tinggi daripada pekerja/pegawai?

Karena ia telah mampu menciptakan pekerjaan untuk dirinya sendiri. Dan ia bekerja tidak diperintah oleh siapapun.

Lalu, bagaimana caranya menjadi pengusaha? Bagi pemilik modal cekak, maka langkah awalnya adalah menjadi wirausahawan terlebih dahulu.

Bagaimana memulai menjadi wirausahawan?

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memutuskan memulai bentuk usaha yang akan anda tekuni.

Faktor penentu jenis usaha apa yang akan kita buka itu diantaranya adalah :

1.Besaran modal.

Berapa banyak uang atau barang yang anda punya dan akan dipakai untuk membuka usaha itu? Dengan uang atau modal yang sedikit, tidaklah mungkin membuka usaha yang besar. Dan sangat disarankan agar tidak memakai uang pinjaman semata untuk memulai usaha baru. Rasio paling masuk akal adalah 60:40. Enam puluh persen modal berasal dari

uang sendiri, dan sisanya boleh meminjam.

2.Apa jenis usaha yang paling potensial di daerah anda? Sangat disarankan untuk memulai suatu usaha baru yang belum ada dibuat orang di daerah anda akan berusaha. Berbisnis tanpa saingan memberikan kemudahan tersendiri.

Makanya, jangan membuka usaha tempel ban misalnya, saat tetangga anda yang tukang tempel ban terpaksa menebar paku agar dapat pasien.

3.Apa hobby anda? Membuka usaha yang anda sendiri suka melakukannya sangatlah disarankan, karena anda tidak akan merasa jenuh menjalaninya. Misalnya : hobby memancing, anda bisa buka usaha kolam pancing; hobby internetan, bisa buka warnet; hobby main game bisa buka rental game; hobby musik bisa buka rental band; hobby makan bisa buka warung makanan; hobby fotografi atau videografi bisa jadi fotografer atau kameramen acara pernikahan; suka berwisata, anda bisa buka usaha taman wisata dan edukasi, dlsb.

4.Apa keahlian anda? Usaha yang sesuai dengan keahlian anda adalah usaha yag terbaik, karena anda menguasai luar dalam tentang usaha itu. saat ini adalah sangat baik jika memiliki keahlian yang berhubungan dengan komputer. Anda bisa buka usaha editing dan cetak foto/video, perbaikan software handphone, perbaikan komputer dan printer dll.

5.Kapan memulai usaha itu? Beberapa usaha berhubungan dengan musim dan waktu. Memulai usaha pada musim yang tepat akan sangat membantu bertahan pada waktu-waktu sulit selanjutnya.. Misalnya usaha jualan buah-buahan segar, sebaiknya dimulai pada awal musim kemarau seperti sekarang ini,

6.Siapa saja dan berapa calon konsumen potensial anda? Jika anda buka usaha di pinggir jalan lintas, maka calon konsumen potensial anda adalah tak terbatas. Namun jika buka usahanya di sebuah dusun terpencil, maka perhitungkan jumlah sediaan barang atau jasa anda agar tak berlebihan.

7.Bagaimana sifat barang yang anda usahakan? Jika membuka usaha berjualan barang yang mudah basi atau busuk atau susut, maka perhitungkan pangsa pasar dan keuntungan dengan baik. Biasanya barang yang demikian harus bisa meraup untung 30% atau lebih, bila tidak, maka sulit bisa mendapatkan keuntungan bersih di akhir perhitungan laba-rugi.

Demikianlah sekelumit penjelasan tentang hal-hal yang sebaiknya diperhitungkan sebelum anda memutuskan terjun di suatu bidang usaha. Silahkan pembaca memperbaiki dan menambahkan.

Saat ini penulis menekuni usaha produksi dan pemasaran kecambah bibit sawit, sebuah peluang usaha yang sebenarnya cukup riskan. Karena bila kecambah sudah jadi, kami hanya punya waktu sepuluh hari untuk memasarkannya. Bila tak laku, kecambah yang proses pembuatannya memakan waktu hingga enam bulan, mulai dari penyerbukan tandan buah sawit hingga penumbuhan, terpaksa dibuang begitu saja, karena sudah tidak layak jual.

Sangat beresiko memang, tetapi itulah seninya berbisnis.

Nah, peluang bisnis apa yang akan anda manfaatkan dan geluti?

Ayo jadi wirausahawan, ayo jadi pengusaha, karena negara kita ini sangat membutuhkan banyak pengusaha-pengusaha baru yang handal dan gigih lagi ulet berusaha. Negara kita membutuhkan banyak sekali pembayar pajak baru, saat hampir 70% uang pajak kita habis untuk membayar gaji para pegawai !

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Lewis Hamilton Akhirnya Juara Dunia GP …

Hery | | 24 November 2014 | 21:17

Parade Foto Kompasianival Berbicara …

Pebriano Bagindo | | 24 November 2014 | 18:37

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11

Berbisnis Buku Digital: Keuntungan dan …

Suka Ngeblog | | 24 November 2014 | 18:21

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Lisa Rudiani, Cantik, Penipu dan Pencuri …

Djarwopapua | 6 jam lalu

Jokowi Menjawab Interpelasi DPR Lewat …

Sang Pujangga | 7 jam lalu

Tipe Kepemimpinan Jokowi-JK …

Gabriella Isabelle ... | 11 jam lalu

Tjiptadinata, Menang Karena Senang …

Felix | 14 jam lalu

Butuh Rahma Azhari untuk Bekuk Filipina? …

Arief Firhanusa | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Insomnia di Usia Lanjut …

Dian Fakhrunnisak | 8 jam lalu

Terima Kasih Guru …

Anugerah Oetsman | 8 jam lalu

Tak Pandai Masak? Mungkin Ini Solusinya …

Siti Zaidah | 8 jam lalu

“Menanti Sinetron Kejar Tayang dari …

Kosmas Lawa Bagho | 8 jam lalu

Membangun Brand Image Melalui Service …

Ika Nesiha | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: