Back to Kompasiana
Artikel

Wirausaha

Santi Lisnawati

perempuan, wanita, isteri, ibu ya iyalah.. kelak nanti nenek yang tetap tejaga untuk tetap berbagi selengkapnya

Dialog Interaktif dengan Dahlan Iskan

REP | 02 June 2013 | 20:20 Dibaca: 1062   Komentar: 0   2

Milad Universitas Ibn Khldun (UIKA) Bogor ke 52, himpunan Alumni UIKA mengadakan acara dialog interaktif tentang kewirausahaan dengan Dahlan Iskan. Siang itu selepas shalat Jum’at aula UIKA dipadati mahasiswa, alumni juga dosen.
Menarik caranya dialogDahlan Iskan dengan mahasiswa mengenai wirusaha. Sekitar delapan orang mahasiswa maju ke depan, mereka diminta cerita usaha apa yang dilakoni, berapa omsetnya. Setelah itu ditanya apa pekerjaan orangtuanya. Dan terakhir apakah ada konflik selama usaha dijalankan. Rupa-rupalah jawaban mahasiswa yang memiliki usaha dari mulai jul pulsa, usaha percetkan dan sablon, pakaian, makanan dan lainnya.  Ketika itu ada juga mahasiswa yang bawa sampel barang yang dijual. Mereka juga ditanya pekerjaan orangtua, yang ternyata rerata orangtua mereka adalah pegawai. Pertayaan terkhir adalah  konflik yang dialami selama berwirausaha serta cara mereka mengatasi konflik.
Ternyata kedewasaan dalam berwirausaha tidak perlu menunggu sampai lulus kuliah. Apalagi menunggu pemodal yang datang. “Bakalan gak jadi dech tu usaha…”  Pendewasaan berwirausaha ditempa sejak mula, jika berniat jadi pengusaha, tentu mesti sudah dimulai sejak dini, karena proses pembelajaran melalui pengalaman lebih bermakna. Bagaimana merasakan berfikir memulai dan menentukan jenis usaha, cara mendapatkan barang, serta memasarkannya. Belum lagi berinteraksi dengan banyak orang, dan jika usaha dibangun dengan banyak kepala, resiko konflik tentunya menjadi pelekat dalam kongsi berwirausaha ini. Konflik itulah pembelajaran dalam dunia usaha. Bagaimana menghadapi dan mampu menyelesaikan konflik itu adalah  sebuah pembelajaran yang berharga dalam berwirausaha.
Bagi usahwan pemula, tentu sulit mendapatkan investor. (Mana ada orang mau buang uang dengan kemampuan yang masih meragukan). Artinya, pemula cenderung dianggap beresiko gagal. Orang yang meminjamkan modal tentu tidak ingin uangnya hilang tak jelas kemana. Tetapi meski demikian ada yang masih percaya berat dan berani memberikan modal untuk usaha,  tentunya orang tua sendirilah. Orangtua yang memiliki modal, tentu tidak segan membantu anak mereka, meski gagal, orangtua tetep menghargai dan tidak berharap modal kembali. Tetapi jika orang lain yang member modal, maka dasarnya adalah kepercayaan terhadap potensi dan kemampuan yang dimiliki. Kemampuan tidak akan ada jika tidak pernah mencoba dan terus berusaha.
Semangat dech… untuk mahasiswa yang sudah mulai terjun ke dunia usaha. Rasakan dan nikmati dinamika usaha untuk dapat hidup mandiri dan memiliki kebebasan finansial tentunya. Bagi yang belum masih banyak dunia lain yang ditawarkan. Tidak melulu wirausaha, jika tidak berminat berwirausaha, ada dunia lain yang menarik untuk digeluti dunia menulis. Mencoba dan berlatih menulis, mengedit dan menerbitkan tulisan sendiri di dunia maya. Di sini tempatnya di kompasiana. Learning by doing di kompasiana. Beragam  contoh tulisan para bloger yang bisa kita baca. Dari yang menarik, teraktual, inspiratif dan bermanfaat sampai yang biasa saja. Biasa saja karena tidak ada pembaca yang menilai. Bukan masalah tentunya jika tidak ada yang menilai, yang penting jika ingin menjadi penulis ya terus menulis.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Messenger Apps di Android yang Akan …

Kevin Anandhika Leg... | | 22 August 2014 | 20:10

Serial Animasi Lokal Mulai Muncul di …

Pandu Aji Wirawan | | 22 August 2014 | 18:29

Keputusan MK tentang Noken, Bagaimana …

Evha Uaga | | 22 August 2014 | 12:23

Berlian …

Katedrarajawen | | 22 August 2014 | 20:01

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: