Back to Kompasiana
Artikel

Wirausaha

Andhika Prawira

Just follow my passion dan berbahagia jika passion tsb akhirnya bermanfaat bagi banyak orang | selengkapnya

Bagaimana Langkah Mendesain Logo untuk Usaha Anda?

OPINI | 13 June 2013 | 13:12 Dibaca: 233   Komentar: 2   3

Jika anda tertarik untuk membuat logo untuk usaha Anda, ada tahapan-tahapan yg harus dilakukan terlebih dahulu, hal ini sebenarnya tidak baku, namun cukup dapat dijadikan acuan dalam mendesain logo.

1. Mengenali Usaha Anda

Pada tahap ini, anda dituntut untuk dapat mengenali usaha yg akan dibuatkan logonya. Memahami karakter, visi-misi, kultur, nilai-nilai yang dikandung, keunggulan, target pasar,pesaing, sejarah, dan semua hal yang berhubungan dengan usaha tersebut.

Dalam tahap ini semakin banyak informasi yang digali oleh Anda akan semakin baik.

2. Menyusun ‘personality keyword’ dari usaha Anda.

Layaknya manusia, entitas apapun di dunia ini, baik itu perusahaan, event acara, produk, atau komunitas, juga memiliki kepribadian unik yang membedakanya dari entitas yg lain. Nah.. pada tahap ini disusunlah kepribadian-kepribadian sang entitas dalam bentuk keyword (kata kunci).
Contoh “Personality Keyword” : Berani, Ikhlas, Jujur, Bebas, dll.

Untuk lebih memahami lebih aneka ragam ‘Personality’, anda dapat bertukar pikiran dengan orang yg memahami ilmu psikologi.

3. Sketsa atau Corat-coret di Kertas

Tahap menyampaikan “Personality Keyword” dari entitas tadi melalui bahasa visual. Bagaimana agar bentuk visual tadi dapat enak dipandang, enak di hati . Bagaimana agar bentuk visual tadi dapat diterima dengan baik oleh calon pelanggan Anda.

4. Menggambar di Komputer.

Gambar  ulang  hasil coretan-coreatan anda dengan software pembuat gambar berbasis vektor di komputer (CorelDRAW, Adobe Illustrator, Freehand dsb) atau men-scan hasil corat-coret tadi. Hal ini dilakukan agar desain logo tersebut dapat dibuat rapih, mudah untuk dilihat, mudah untuk di-edit, di-duplikasi, di-share, dsb. Hasil akhir nya berupa berbagai pilihan desain logo yg sudah ‘computerized’

5. Review Hasil Logo.

Coba lihat hasil desain logo yang sudah dibuat, apakah sudah mewakili sang usaha Anda, apakah sudah unik dari pesaing, apakah ada kemiripan dengan logo yang sudah ada, dll.

6. Revisi

Tidak selalu harus ada revisi.  Revisi dilakukan jika rasa-rasanya logo tersebut belum cukup mewakili usaha Anda dan  belum ‘PEDE’ untuk ditampilan kepada pelanggan.

Selamat Berkarya :)

Andhika Prawira
www.opsilogo.com

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerbau Disembelih, Tanduknya Jadi Sumber …

Leonardo | | 31 July 2014 | 14:24

Aborsi dan Kemudahannya …

Ali Masut | | 01 August 2014 | 04:30

Di Pemukiman Ini Warga Tidak Perlu Mengunci …

Widiyabuana Slay | | 01 August 2014 | 04:59

Jadilah Muda yang Smart! …

Seneng Utami | | 01 August 2014 | 03:56

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Perbedaan Sindonews dengan Kompasiana …

Mike Reyssent | 11 jam lalu

Lubang Raksasa Ada Danau Es di Bawahnya? …

Lidia Putri | 15 jam lalu

Jangan Tulis Dulu Soal Wikileaks dan …

Bang Pilot | 19 jam lalu

Tipe Karyawan yang Perlu Diwaspadai di …

Henri Gontar | 23 jam lalu

Evaluasi LP Nusa Kambangan dan …

Sutomo Paguci | 24 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: