Back to Kompasiana
Artikel

Wirausaha

Andhika Prawira

Just follow my passion dan berbahagia jika passion tsb akhirnya bermanfaat bagi banyak orang | selengkapnya

Bagaimana Langkah Mendesain Logo untuk Usaha Anda?

OPINI | 13 June 2013 | 13:12 Dibaca: 246   Komentar: 2   3

Jika anda tertarik untuk membuat logo untuk usaha Anda, ada tahapan-tahapan yg harus dilakukan terlebih dahulu, hal ini sebenarnya tidak baku, namun cukup dapat dijadikan acuan dalam mendesain logo.

1. Mengenali Usaha Anda

Pada tahap ini, anda dituntut untuk dapat mengenali usaha yg akan dibuatkan logonya. Memahami karakter, visi-misi, kultur, nilai-nilai yang dikandung, keunggulan, target pasar,pesaing, sejarah, dan semua hal yang berhubungan dengan usaha tersebut.

Dalam tahap ini semakin banyak informasi yang digali oleh Anda akan semakin baik.

2. Menyusun ‘personality keyword’ dari usaha Anda.

Layaknya manusia, entitas apapun di dunia ini, baik itu perusahaan, event acara, produk, atau komunitas, juga memiliki kepribadian unik yang membedakanya dari entitas yg lain. Nah.. pada tahap ini disusunlah kepribadian-kepribadian sang entitas dalam bentuk keyword (kata kunci).
Contoh “Personality Keyword” : Berani, Ikhlas, Jujur, Bebas, dll.

Untuk lebih memahami lebih aneka ragam ‘Personality’, anda dapat bertukar pikiran dengan orang yg memahami ilmu psikologi.

3. Sketsa atau Corat-coret di Kertas

Tahap menyampaikan “Personality Keyword” dari entitas tadi melalui bahasa visual. Bagaimana agar bentuk visual tadi dapat enak dipandang, enak di hati . Bagaimana agar bentuk visual tadi dapat diterima dengan baik oleh calon pelanggan Anda.

4. Menggambar di Komputer.

Gambar  ulang  hasil coretan-coreatan anda dengan software pembuat gambar berbasis vektor di komputer (CorelDRAW, Adobe Illustrator, Freehand dsb) atau men-scan hasil corat-coret tadi. Hal ini dilakukan agar desain logo tersebut dapat dibuat rapih, mudah untuk dilihat, mudah untuk di-edit, di-duplikasi, di-share, dsb. Hasil akhir nya berupa berbagai pilihan desain logo yg sudah ‘computerized’

5. Review Hasil Logo.

Coba lihat hasil desain logo yang sudah dibuat, apakah sudah mewakili sang usaha Anda, apakah sudah unik dari pesaing, apakah ada kemiripan dengan logo yang sudah ada, dll.

6. Revisi

Tidak selalu harus ada revisi.  Revisi dilakukan jika rasa-rasanya logo tersebut belum cukup mewakili usaha Anda dan  belum ‘PEDE’ untuk ditampilan kepada pelanggan.

Selamat Berkarya :)

Andhika Prawira
www.opsilogo.com

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sukses sebagai Pengusaha Telur Asin …

Tjiptadinata Effend... | | 21 December 2014 | 11:54

Cegah Lintah Darat Merajalela dengan GNNT …

Agung Soni | | 21 December 2014 | 11:16

Rahasia Keberhasilan Pariwisata: Jangan …

Jimmy Haryanto | | 21 December 2014 | 08:18

[Langit Terbelah Dua] Pohon Malaikat …

Loganue Saputra Jr ... | | 21 December 2014 | 16:39

Waspada Komplotan Penipu Mengaku Dari …

Fey Down | | 21 December 2014 | 23:23


TRENDING ARTICLES

Fenomena Prostitusi Online sebagai Efek …

Gholal Pustika Widi... | 10 jam lalu

Sensasi Singkong Rebus Menteri Yuddy …

Andi Harianto | 10 jam lalu

Ketika Tulisanmu Dihargai Jutaan Rupiah …

Wijaya Kusumah | 11 jam lalu

Sekilas Wajah Pak Menteri Anies Mirip …

Agus Oloan | 11 jam lalu

Campur Tangan Joko Widodo dalam Konflik di …

Imam Kodri | 16 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: